Jelang Mudik Lebaran: Polres Bangkalan Kerahkan Ratusan Personil Gabungan, 5 Pos Pam dan 1 Pos Yan
Hal tersebut disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Lapangan Wicaksana Laghawa Mapolres Bangkalan pada Kamis (12/3/2026) sore.
Menurutnya, posisi geografis Kabupaten Bangkalan yang menjadi akses utama menuju Pulau Madura menjadikan wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam kelancaran arus mudik. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
“Bangkalan merupakan pintu gerbang menuju tiga kabupaten lain di Pulau Madura. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas masyarakat seperti pasar dan kegiatan sosial lainnya yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Bangkalan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran, Polres Bangkalan telah mengerahkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.
“Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, kami menyiapkan sekitar 320 personel gabungan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan di wilayah Bangkalan,” kata Kapolres.
Sebanyak 5 (lima) Pos Pengamanan (Pos Pam) disiapkan di beberapa titik strategis, yakni di wilayah Kamal, Kota Bangkalan, Tanah Merah, Blega, dan Tanjungbumi. Selain itu, satu Pos Pelayanan (Pos Yan) juga disiapkan di akses Suramadu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Pos-pos ini kami siapkan sebagai pusat pengamanan sekaligus tempat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik,” tambahnya.
Selain mendirikan pos pengamanan, Polres Bangkalan juga menyiagakan tim urai kemacetan di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan, terutama di kawasan pasar dan jalur utama yang sering dilalui pemudik.
“Di titik-titik yang sering terjadi kepadatan, seperti Pasar Patemon, Pasar Tanah Merah, Galis, dan Blega, kami siagakan tim urai yang bertugas membantu pengaturan arus lalu lintas serta mengimbau pengendara untuk tetap tertib, sabar mengantre, tidak saling srobot agar tidak menimbulkan kemacetan,” terang mantan Kabagops Polrestabes Surabaya tersebut.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Kapolres Bangkalan juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama momentum mudik dan libur Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai kesempatan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan masing-masing serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik, sehingga dapat segera memperoleh pelayanan kepolisian secara cepat, responsif, dan solutif.
“Seluruh upaya ini kami lakukan untuk mendukung tujuan utama Operasi Ketupat Semeru 2026, yakni mewujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
(tan)

.jpeg)