Terombang-ambing di Karang Jamuang, Satpolairud Polres Bangkalan Bersama Nelayan Selamatkan 8 ABK
Bangkalan – Polres Bangkalan memberikan keterangan resmi terkait penanganan kecelakaan laut yang menimpa kapal niaga KM Griya Idola di perairan laut lepas Karang Jamuang, Kabupaten Bangkalan. (Kamis, 30/7/2026)
Kapal tersebut mengalami kebocoran dari bawah setelah dihantam gelombang tinggi pada Rabu (29/7/2026) malam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang berjumlah 8 (delapan) orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim gabungan Satpolairud Polres Bangkalan bersama warga nelayan lokal.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mewakili Kapolres Bangkalan menjelaskan bahwa kapal bertolak dari Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya pada Rabu pagi (29/7) sekira pukul 09.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Namun, saat melintasi jalur perairan utara lepas Karang Jamuang, cuaca buruk serta hempasan ombak setinggi kurang lebih 2 meter mengakibatkan lambung kapal mengalami kebocoran dari bagian bawah.
"Kronologi berawal saat kapal bergerak dari Surabaya menuju Balikpapan. Di tengah laut lepas perairan Karang Jamuang, kapal terombang-ambing akibat hempasan ombak besar hingga mengalami kebocoran serius pada bagian bawah," ungkapnya.
Melihat kondisi kapal yang kian tidak stabil dan makin tenggelam, sekira pukul 19.30 WIB seluruh awak kapal mengambil keputusan darurat untuk meninggalkan kapal dan berpindah ke perahu rakitan yang telah dipersiapkan sebelumnya sekira Pukul 21.30 wib.
Para ABK terombang-ambing di tengah lautan selama kurang lebih 6 jam. Hingga pada Kamis (30/7/2026) dini hari sekira pukul 03.30 WIB, keberadaan mereka berhasil ditemukan oleh H. Mahur, seorang nelayan lokal asal Desa Banyusangkah.
"Setelah mendapat informasi dari masyarakat setempat adanya peristtiwa tersebut, Satpolairud Polres Bangkalan segera meluncur ke lokasi untuk bersama-sama melakukan tindakan evakuasi," jelas Ipda Agung.
Seluruh korban berhasil dievakuasi ke pesisir Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, dan langsung dibawa ke salah satu rumah nelayan untuk pertolongan awal.
"Alhamdulillah, seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang berhasil diselamatkan dalam kondisi aman. Saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan serta pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka pasca-insiden di tengah laut," pungkas Ipda Agung.
Identitas 8 Korban Selamat (ABK KM Griya Idola) yakni diantaranya
- Kusran (52) – Nakhoda/Kapten Kapal, Alamat: Desa Lawu, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo
- Basir (50), Alamat: Mandaranrejo, Kec. Panggungrejo, Kab. Pasuruan
- Fransisco Hardianis (68), Alamat: Desa Tilang, Kec. Nita, Kab. Sikka
- Mulyadi (50), Alamat: Desa Bringin, Kec. Labang, Kab. Bangkalan
- Yakup (43), Alamat: Desa Sorogedug, Kec. Prambanan, Kab. Sleman
- Wahap (63), Alamat: Desa Denanyar, Kec. Jombang, Kab. Jombang
- Basri (50), Alamat: Desa Tanamalala, Kec. Pasimasunggu, Kab. Kepulauan Selayar
- Nurdin (52), Alamat: Jl. Indrapura Baru Gg. 2 No. 29, Kota Surabaya
Atas keberhasilan penyelamatan ini, Polres Bangkalan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat pesisir dan para nelayan setempat atas kepedulian serta kesigapannya atas aksi kemanusiaan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada bapak H. Mahur serta seluruh warga nelayan Desa Banyusangkah yang telah dengan cepat membantu menolong para korban dan segera menghubungi pihak kepolisian. Kolaborasi dan kepedulian seperti inilah yang berhasil membuahkan penyelamatan cepat tanpa ada korban jiwa," tutur kasihumas.
Menyikapi cuaca ekstrem di perairan utara, Polres Bangkalan juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada seluruh nahkoda, pengusaha pelayaran, maupun nelayan lokal yang hendak beraktivitas di laut.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut dan para nelayan agar selalu mewaspadai perubahan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Pastikan kelayakan kapal sebelum berlayar, selalu siapkan kelengkapan keselamatan seperti life jacket, serta tunda pelayaran jika cuaca buruk mendadak terjadi. Jika melihat atau mengalami situasi darurat di laut, segera hubungi Satpolairud Polres Bangkalan atau Layanan Call Center 110," tutupnya.
