Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Bangkalan Bersama RSUD Syamrabu Gelar Aksi Kemanusiaan di Hari Bhayangkara ke 80
Bangkalan – Suasana hangat penuh solidaritas menyelimuti Aula Wicaksana Laghawa Polres Bangkalan pada Rabu pagi (17/06/2026) dimana dipenuhi ratusan pendonor yang terdiri personel kepolisian, anggota Bhayangkari, ASN, Honoror serta tenaga medis berkumpul dalam satu misi mulia yakni menyumbangkan darah bagi sesama.
Aksi sosial ini digelar oleh Sidokkes Polres Bangkalan bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Syamrabu Bangkalan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam sambutannya, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Setetes darah yang kita sumbangkan pada hari ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah harapan hidup bagi saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Semoga niat baik dan partisipasi Bapak dan Ibu sekalian mendapatkan balasan serta pahala dari Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya sesaat sebelum membuka acara secara resmi.
Melalui tema global Hari Donor Darah, "One drop of humanity, each blood save lives", jadikan aksi ini sebagai momentum untuk mempererat rasa solidaritas, kepedulian, dan gotong royong.Selain menjadi ladang amal ibadah, mendonorkan darah secara rutin juga terbukti membawa manfaat bagi kesehatan dan untuk menjaga kebugaran untuk tubuh kita sendiri. Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, tim medis dari Unit Transfusi Darah, dan khususnya kepada para pendonor darah. Semoga niat baik dan partisipasi Bapak Ibu sekalian mendapatkan balasan dan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa," tutur Kapolres.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Farhat Suryaningrat, Sp.DVE, FINSDV, FAADV. Ia menyebut sinergi ini sebagai langkah yang sangat positif, terlebih pihak RSUD kini telah memiliki unit UTD mandiri yang siap mendukung kegiatan donor darah secara rutin dan berkala.
"Bagi rekan-rekan yang membutuhkan, transfusi ini bisa membantu mereka sembuh dan kembali sehat. Sedangkan bagi kita yang mendonorkan, insyaallah ini akan menjadi ladang amal jariyah yang pahalanya mengalir terus," katanya.
Proses donor darah berjalan dengan tertib melalui beberapa tahapan medis yang ketat. Dimulai dari pengisian daftar hadir, para peserta kemudian menjalani pemeriksaan tekanan darah serta pengisian lembar skrining riwayat kesehatan.
Setelah itu, dilakukan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) untuk memastikan kondisi fisik peserta benar-benar aman sebelum darah mereka diambil oleh tim medis RSUD Syamrabu Bangkalan.
Antusiasme peserta tergolong sangat tinggi. Dari total 100 orang yang hadir mendaftarkan diri, tercatat ada 72 pendonor yang dinyatakan lolos seluruh rangkaian skrining medis dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara itu, 28 peserta lainnya terpaksa belum bisa mendonorkan darah karena tidak memenuhi syarat teknis kesehatan pada saat pemeriksaan.
(tan)


