SIM Baru / Perpanjangan Gunakan Syarat Psikologi Untuk Lulus, Satlantas Polres Bangkalan Lakukan Sosialisasi

(SIM Baru / Perpanjangan Gunakan Syarat Psikologi Untuk Lulus, Satlantas Polres Bangkalan Lakukan Sosialisasi)
Polres Bangkalan, Satlantas Polres Bangkalan bakal menerapkan tes psikologi bagi pemohon SIM baru dan perpanjangan (surat izin mengemudi) mulai hari ini Senin (16/12/2019). Sejumlah aspek, dari kemampuan penyesuaian diri hingga kemampuan konsentrasi calon pengendara, akan dinilai lewat tes ini.

Oleh karena itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bangkalan Ipda Sys Eko, S.H. pun melakukan sosialisasi SIM baru dengan metode Psikologi sebagai salah satu syarat lulus Uji SIM melalui siaran udara di SBFM Bangkalan. Sejak pagi hari ini pukul 09.00 WIB, Satlantas juga memberikan himbauan menyoal persiapan pengamanan natal dan juga himbauan kepada masyarakat agar pergantian tahun tak melakukan perayaan yang berlebihan.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Mohamad Ardi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., yakin tes psikologi ini dapat menurunkan angka kecelakaan di Bangkalan. Pasalnya, dalam beberapa kasus, dia menyebut kecelakaan disebabkan faktor psikologis.

"Sebelum kami menerbitkan SIM, bahwa psikologi orang dan jasmani sehat sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain," tutur mantan Kasatlantas Polres Garut ini. Dilain pihak, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. pada hari ini juga menambahkan jika Pembuatan SIM dengan tes psikologi merujuk pada peraturan Pasal 81 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu juga diatur dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

AKBP Rama juga menjelaskan jika seorang pengendara setidaknya harus mempunyai dua kemampuan, yaitu hard skill dan soft skill. Lewat tes psikologi ini, polisi ingin memastikan calon pengendara mempunyai soft skill, yaitu kesehatan rohani yang baik.

"Karena begini, kemampuan orang itu dapat diukur dari hard skill, kemampuan teknis berkendaranya, maupun soft skill. Jadi kalau orang mau menjadi orang yang safe and responsible driving atau perilaku orang berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Sebenarnya tolok ukurnya itu tidak hanya hard skill, tidak hanya dia mampu mengemudikan kendaraan bermotor, tapi juga soft skill, adalah dia memiliki kesehatan jasmani maupun rohani," ujar Alumnus Akpol tahun 2001 ini kepada awak media di Mapolres Bangkalan siang hari ini. (Duwi)

Postingan populer dari blog ini

Tongkat Estafet Pengabdian Berpindah, Kapolres Bangkalan Pimpin Sertijab Kabag dan Kasat

Polres Ponorogo Rangkul Komunitas Ojol Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kanit Binmas Polsek Tanjungbumi Polres Bangkalan laksanakan Giat Tatap Muka